Arsip | Maret, 2012

tulisan bebas (puisi)

9 Mar

DO’A

 

Nampak saat tabiiat kehampaan merajai kehidupan

Resah, penuh penderitaan

Hati yang gelisah ketakutan

Jiwa yang kering oleh kemungkaran

 

Nampak saat jiwa kotor dan berdebu

Dapatkah…??

Kau hentikan gejolak hawa nafsu ini ?

Kau bentengi diri dari godaan setan ?

Kau sembuhkan rohani yang sakit ?

Kau kuatkan jiwa yang lemah ?

 

Terulang dalam kalibrasi fisik

Terancam oleh guncangan hisab

Termakan dengan kalimat maksiat

Sejenak..terhenti saat takbir berkumandang

 

Bantu aku yaa illahi

Tuntun aku dalam amalku

Tunun aku di kejernihan pikiran

Tuntun aku hadapi masalah

Tuntun aku dari huru hara kiamat

Tuntun aku dari keselamatan azab

Tuntun aku tuk’ dapat masuk dalam surga firdaus-Mu

Iklan

Tugas Utama (kasus dalam perusahaan)

9 Mar

Konflik dalam perusahaan

 

  1. A.    PENGERTIAN KONFLIK

Secara sosiologi,konflik dapat diartikan sebagaisuatu proses sosial antara dua orang atau lebih dimana salah satu pihak ingin berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkan / membuatnya tidak berdaya.

Konflik dapat timbul karna prrbedaan ciri fisik,kepandaian,pengetahuan,dsb. Konflik merupakan situasi yang dapat dialami oleh setiap individu dengan individu lain dan hanya dapat hilang jika individu tersebut hilang dengan sendirinya. Konflik juga dapat timbul karena individu tersebut menjalankan kegiatan bersama namun mempunyai sifat,tujuan,dan persepsi yang berbeda. Dalam lingkungan perusahaan ,konflik antar individu sering terjadi. Biasanya konflik terjadi karena kurangnya komunikasi.

Permasalahan yang terjadi antara karyawan atau karyawan dengan atasan harus di antisipasi dengan baik dan dengan system yang terstruktur. Karna jika masalah komunikasi antara atsan dengan bawahan terjadi,  bisa terjadi hal hal yang tidak diinginkan , misalnya mogok kerja  atau demo.

 

  1. B.    PENANGANAN KONFLIK
  2. 1.       Metode untuk menangani konflik

Cara yang di tempuh adalah dengan mendominasi , berkompromi, dan penyelesaian masalah secara integratif.

  1.  Dominasi ( penekanan )

Dominasi dan penekanan mempunyai persamaan makna, yaitu menekan konflik dan bukan memecahkannya. Penekanan dan dominasi bisa dinyatakan dalam bentuk pamaksaan sampai dengan pengambilan keputusan dengan suara terbanyak (voting).

  1. Kompromi

Melalui kompromi mencoba menyelesaikan masalah dengan mengambil jalan tengah dari individu yang berkonflik (win-win solution). Namun hal ini belum bisa dikatakan terbaik karena cara pengambilan keputusan dengan cara menenangkan kedua belah pihak yang bertentangan.

  1. Penyelesaian secara integratif

Penyelesaian ini adalah dengan mengubah konflik menjadi situasi pemecahan masalah dengan bantuan teknik-teknik pemecahan masalah . namun dalam praktek penyelesaiannya sering sulit tercapai hasil yang memuaskan karena kurangnya kemauan dan kejujuran dari pihak yang bertetangan.

 

 

 

 

 

  1. 2.       Koflik antara karyawan dan pemimpin

Konflik seperti ini sulit karena tidak dinyatakan secara terbuka. Umumnya pihak karyawan lebih cendrung diam meskipun mengalami pertentangan dengan pihak atasan. Cara yang tepat untuk penyelesaiannya adalah dengan menggalakan komunikasi ke atas (up ward channel communication).

 

  1. C.     CONTOH PERMASALAHAN

 

Konflik antara staff lini

→ yang terjadi di antara orang orang yang memiliki tugas berbeda. Misalnya diantara divisi pembelian bahan baku dan divisi keuangan. Divisi pembelian menganggap akan lebih efektif apabila bahan baku dibeli dalam jumlah besar di banding sedikit dan memakan waktu yang berulang ulang. Sementara divisi keuangan menghendaki jumlah yang lebih kecil karena terbatasnya anggaran. Divisi pemasaran membutuhkan produk yang beragam sesuai permintaan pasar. Sementara divisi produksi hnya mampu memproduksi jumlah produksi secara terbatas karena langkanya sumber daya manusia yang ahli dan teknologi yang tepat.

→penyelesaian konflik :

  1. 1.       Stimulasi konflik
  • Peningkatan persaingan antar individu
  • Perlibatan pihak eksternal ke dalam bagian dimana konflik terjaadi
  • Perubahan aturan main atau prosedur yang ada
  1. 2.       Pengendalian konflik
  • Perluasan penggunaan sumber daya perusahaan
  • Peningkatan koordinasi perusahaan yang dapat mempertemukan pihak yang terlibat konflik
  • Mempertemukan perilaku dan kebiasaan dari pegawai
  1. 3.       Penyelesaian dan penghilangan konflik
  • Intervensi pihak pihak yang  berkonflik dengan cara melakukan kompromi
  • Mengakomodasi keinginan pihak pihak yang terlibat dalam suatu forum

 

Kesimpulan

Adnya konflik dalamsuatu perusahaan tidak daapat dihindari hanya dapat diminimalisir. Tetapi tidak semua konflik merugikan suatu perusahaan. Konflik yang dikendalikan dengan  baik dapat berujung pada keuntungan perusahaan sebagai suatu kekompakan ,namun dpat berlaku sebaliknya.